Profil Kab. Kendal

GEOGRAFI KAB. KENDAL

Kabupaten Kendal terletak pada 109°40′ – 110°18′ Bujur Timur dan 6°32′ – 7°24′ Lintang Selatan. Batas wilayah administrasi Kabupaten Kendal meliputi :

Utara Laut Jawa
Selatan Kab. Semarang & Kab. Temanggung
Barat Kab. Batang
Timur Kota Semarang

Kabupaten Kendal dan terletak 25 km di sebelah barat Kota Semarang Kendal dilalui jalan Pantura (jalan negara) yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Kendal mempunyai luas wilayah sebesar 1.002,23 Km2 untuk daratan dan luas wilayah sebesar 313,20 Km2 totalnya seluas 1315,43 Km2 yang terbagi menjadi 20 Kecamatan dengan 265 Desa serta 20 Kelurahan. Jarak terjauh wilayah Kabupaten Kendal dari Barat ke Timur adalah sejauh 40 Km, sedangkan dari Utara ke Selatan adalah sejauh 36 Km.


 SEJARAH KAB. KENDAL

Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal. Pohon itu pada mulanya tidak ada yang tahu namanya tetapi ketika Pakuwojo bersembunyi di pohon itu di dalam pohon itu terang benderang akhirnya pohon itu dinamakan Pohon Qondhali yang berarti penerang dan akhirnya daerah tempat pohon itu dinamakan Qondhali karena orang Jawa tidak fasih berbahasa Arab maka jadi Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 – 1546 M yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono

Hari Jadi Kab. Kendal

Joko Bahu dikenal sebagai seorang yang mencintai sesama dan pekerja keras hingga Joko Bahu pun berhasil memajukan daerahnya. Atas keberhasilan itulah akhirnya Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo mengangkatnya menjadi Bupati Kendal bergelar Tumenggung Bahurekso. Selain itu Tumenggung Bahurekso juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada tanggal 26 Agustus 1628 untuk memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia.

Pada pertempuran tanggal 21 Oktober 1628 di Batavia Tumenggung Bahurekso beserta ke dua putranya gugur sebagai Kusuma Bangsa. Dari perjalanan Sang Tumenggung Bahurekso memimpin penyerangan VOC di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1628 itulah kemudian dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.

Perkembangan lebih lanjut dengan momentum gugurnya Tumenggung Bahurekso sebagi penentuan hari jadi dinilai beberapa kalangan kurang tepat. Karena momentum tersebut merupakan sejarah kelam bagi seorang tokoh yang bernama Bahurekso. Sehingga bila tanggal tersebut diambil sebagai momentum hari jadi dikhawatirkan akan membawa efek psikologis. Munculnya istilah “Gagal dan Gugur” dalam mitologi Jawa dikawatirkan akan membentuk bias-bias kejiwaan yang berpengaruh pada perilaku pola rasa, cipta dan karsa warga Kabupaten Kendal, sehingga dirasa kurang tepat jika dijadikan sebagai pertanda awal mula munculnya Kabupaten Kendal.

Dari Hasil Seminar yang diadakan tanggal 15 Agustus 2006, dengan mengundang para pakar dan pelaku sejarah, menjadikan momentum pengangkatan Bahurekso sebagai Bupati Kendal, dijadikan titik tolak diterapkannya hari jadi. Pengangkatan bertepatan pada  28 Juli 1605. 


 

KULINER & OLEH-OLEH KHAS KAB. KENDAL

Kuliner khas Kab. Kendal sangat beragam dan bercita rasa rempah-rempah yang sangat kental. Salah satu makanan yang paling terkenal dan trademark Kab. Kendal yaitu Sate Bumbon adalah sate yang terbuat dari daging sapi serta lemaknya yang unik bumbunya adalah sesuai namanya “Bumbu” dalam Bahasa Jawa, menggunakan bumbu kacang, dipadukan dengan bawang merah, tomat dan cabai. Untuk menikmati kelezatan Sate Bumbon ini, terdapat banyak warung Sate Bumbon di Kec. Pegandon dan Kec. Weleri Kab. Kendal.

Tidak kalah dengan Sate Bumbon, Kopi Cacaban juga menjadi trademark Kab. Kendal. Minumn kopi sudah menjadi bagian budaya dari masyarakat Indonesia, Kab. Kendal juga menggemari Kopi Cacaban ini sebagai budaya yang patut dilestarikan. Kopi yang ditanam dan diolah di Desa Cacaban Kec. Singorojo sesuai namanya, dengan memperdayakan masyarakat sekitar sehingga mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Kopi arabika dengan penyajian diseduh langsung menggunakan air panas menambah cita rasa asli nuansa pedesaan.

Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Kendal tidak membawa Kerupuk Rambak. Kerupuk Rambak adalah kerupuk yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau asli diolah dengan rempah dan bumbu yang gurih. Teksturnya yang renyah dan cenderung keras menjadi ciri khas Kerupuk Rambak khas Kendal, biasa dimakan sebagai teman minum teh atau kopi disore hari. Banyak dijumpai di dekat pasar Pegandon, Kec. Pegandon Kendal.